Artikel

Cara Mengatur Uang Saku untuk Pelajar

S Support 11 Oktober 2026 65 dibaca

Uang saku adalah latihan pertama mengelola keuangan. Pelajari cara mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menabung sejak dini.

Banyak pelajar mengalami hal yang sama: uang saku baru diterima di awal minggu, tetapi sudah habis sebelum hari Jumat. Padahal, mengelola uang saku adalah latihan pertama mengelola keuangan yang akan sangat berguna saat kamu bekerja dan berkeluarga nanti. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa langsung dipraktikkan.

1. Ketahui berapa uang yang kamu terima

Mulailah dengan menghitung uang saku harian, mingguan, atau bulanan. Tambahkan juga pemasukan lain, misalnya hadiah atau hasil berjualan. Angka inilah yang menjadi batas pengeluaranmu.

2. Catat semua pengeluaran

Selama satu atau dua minggu, catat setiap pengeluaran, sekecil apa pun: jajan, ongkos, kuota internet, fotokopi tugas. Kamu bisa memakai buku kecil, aplikasi catatan di ponsel, atau spreadsheet. Biasanya kita terkejut melihat betapa besar uang yang habis untuk hal-hal kecil.

3. Bedakan kebutuhan dan keinginan

  • Kebutuhan adalah hal yang harus dipenuhi, misalnya ongkos ke sekolah, makan siang, dan keperluan tugas.
  • Keinginan adalah hal yang menyenangkan tetapi tidak wajib, misalnya minuman kekinian, item game, atau aksesori baru.

Keinginan tidak dilarang, tetapi sebaiknya dipenuhi setelah kebutuhan tercukupi dan tabungan disisihkan.

4. Gunakan pembagian sederhana

Salah satu cara yang mudah adalah membagi uang saku ke dalam tiga pos. Misalnya, dengan uang saku Rp100.000 per minggu:

Pos Persentase Jumlah
Kebutuhan (ongkos, makan, tugas) 60% Rp60.000
Tabungan 20% Rp20.000
Keinginan 20% Rp20.000

Persentase ini bisa disesuaikan dengan kondisimu. Yang penting, tabungan selalu mendapat bagian.

5. Menabung di awal, bukan di akhir

Kesalahan yang sering terjadi adalah menabung dari sisa uang. Akibatnya, tabungan hampir selalu nol. Biasakan menyisihkan tabungan begitu uang saku diterima, lalu belanjakan sisanya. Simpan tabungan di tempat terpisah agar tidak tergoda memakainya.

Jika memungkinkan, ajak orang tua membuka rekening tabungan pelajar di bank. Program Simpanan Pelajar (SimPel) yang didukung OJK dirancang khusus untuk pelajar dengan setoran awal yang ringan.

6. Tetapkan tujuan menabung

Menabung akan terasa lebih semangat jika ada tujuannya, misalnya membeli buku, sepatu sekolah, atau perlengkapan praktik. Tulis target jumlah dan waktunya, lalu pantau perkembangannya setiap minggu.

7. Hemat dengan cara cerdas

  • Bawa bekal dan botol minum dari rumah beberapa kali dalam seminggu.
  • Manfaatkan Wi-Fi sekolah untuk kegiatan belajar daripada menghabiskan kuota pribadi.
  • Pikirkan dulu sebelum membeli. Tunggu satu atau dua hari untuk barang yang tidak mendesak; sering kali keinginan itu hilang sendiri.
  • Hati-hati dengan promo dan diskon yang membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

8. Hindari berutang untuk keinginan

Meminjam uang teman untuk jajan atau membeli barang yang tidak penting bisa menjadi kebiasaan buruk. Utang kecil yang menumpuk bisa merusak pertemanan dan kepercayaan.

9. Cari tambahan dengan cara positif

Pelajar juga bisa menambah penghasilan, misalnya berjualan makanan ringan, membantu usaha keluarga, atau menawarkan jasa desain sederhana. Pastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu belajar dan mendapat izin orang tua.

Mengatur uang saku memang membutuhkan disiplin, tetapi manfaatnya sangat besar. Kebiasaan yang kamu bangun hari ini akan menentukan kesehatan keuanganmu di masa depan.

Foto sampul: "I thought 30,000 yen was a lot. 3 million rupiah is ridiculous." oleh MarkDoliner, lisensi CC BY-SA 2.0, via www.flickr.com.

Bagikan